Babinsa Tibawa Turut Andil Dalam Mengawal Kegiatan Keagamaan Dan Pendidikan Spiritual Masyarakat

By Sinthya Airin 21 Nov 2025, 11:08:37 WIB Berita Terkini
Babinsa Tibawa Turut Andil Dalam Mengawal Kegiatan Keagamaan Dan Pendidikan Spiritual Masyarakat

Pulubala, 21 November 2025 — Dusun Diata, Desa Pongongaila, menyambut ratusan jamaah yang telah memenuhi Masjid Ar-Raudha sejak pukul 07.00 Wita. Mereka datang bukan sekadar untuk mendengarkan tausiyah, tetapi untuk memperdalam makna ibadah dan memperkuat ketakwaan. Kegiatan bertajuk Ceramah Agama Navigasi Islam itu menjadi momentum mempererat ukhuwah di tengah masyarakat yang haus akan siraman rohani.

Kehadiran sejumlah tokoh penting memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini. Di antara mereka, tampak Babinsa Koramil 1315-04/Tibawa, Sertu Fredy N., bersama dua rekannya. Dengan sikap tenang dan penuh wibawa, ia memantau jalannya kegiatan, memastikan semuanya berjalan aman, tertib, dan penuh khidmat. Kehadiran Babinsa bukan sekadar simbol kehadiran TNI di tengah warga, tetapi bentuk nyata dukungan terhadap pembinaan moral masyarakat di tingkat akar rumput.

Ceramah utama disampaikan oleh Ustaz Ismail Yusuf, S.Pd.I., yang dikenal dengan tutur kata yang lembut namun sarat makna. Mengangkat tema Membangun Masa Depan dengan Amal Menuju Ketakwaan yang Hakiki, ia mengajak jamaah untuk memaknai ibadah tidak hanya dalam bentuk ritual, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari. “Ketakwaan sejati tumbuh dari amal kecil yang dikerjakan dengan hati yang ikhlas,” ujarnya dengan nada teduh, membuat suasana masjid seketika hening dan penuh renungan.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an sebelum tausiyah dimulai menambah kekhidmatan suasana. Deretan siswa SMP Negeri 1 Pulubala dan SD Negeri 1 Pulubala duduk rapi di barisan belakang, menyimak dengan penuh perhatian. Generasi muda itu menjadi saksi sekaligus pewaris nilai-nilai spiritual yang diajarkan, bahwa ilmu dan iman harus berjalan beriringan dalam membangun karakter bangsa.

Kegiatan itu semakin terasa bermakna dengan kehadiran para tokoh masyarakat. Kepala Desa Pongongaila bersama tokoh agama dan tokoh adat duduk sejajar dalam saf jamaah tanpa perbedaan status. Kepala BPP Pulubala, Husin Tabrani, S.T.P., serta Kepala Puskesmas Pulubala, Muhtar Rahim, turut hadir memberi dukungan moral. Semua pihak berbaur dalam satu semangat yang sama membangun desa melalui kekuatan iman dan kebersamaan.

Usai tausiyah, Sekretaris Camat Pulubala, Ucon Arif, S.E., memberikan sambutan hangat yang sarat pesan moral. Ia mengapresiasi sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat yang bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, ceramah agama seperti ini tidak hanya menguatkan spiritualitas, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan kebersamaan antarwarga. Ia menegaskan bahwa masyarakat yang beriman adalah fondasi bagi pemerintahan yang adil dan berkeadaban.

Ketua PHBI Pulubala, Masrin Puluhulawa, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini adalah sumber energi moral bagi masyarakat. Ia menilai ceramah agama bukan hanya rutinitas, melainkan upaya membangun ketenangan jiwa di tengah kehidupan modern yang serba cepat. “Agama adalah cahaya yang menuntun. Setiap kegiatan keagamaan sejatinya adalah upaya menyalakan cahaya itu di tengah masyarakat,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Babinsa Sertu Fredy N. dalam kesempatan terpisah menilai bahwa kegiatan seperti ini menggambarkan kedewasaan masyarakat Pulubala dalam menjaga harmoni. Menurutnya, keamanan dan ketertiban yang tercipta adalah hasil kerja sama yang tulus antara aparat dan masyarakat. “Pembangunan tidak akan berarti tanpa ketenangan batin warga. Desa yang kuat lahir dari masyarakat yang memiliki keseimbangan antara jasmani dan rohani,” tuturnya dengan nada rendah namun tegas.

Menjelang akhir kegiatan, doa bersama dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan. Semua yang hadir, dari pejabat hingga siswa sekolah, menundukkan kepala, memohon keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat Desa Pongongaila. Kegiatan yang berakhir pukul 08.40 Wita itu berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh rasa syukur.

Masjid Ar-Raudha bukan sekadar tempat ibadah, melainkan ruang penyatuan nilai-nilai kebersamaan. Dari kegiatan sederhana tersebut, muncul semangat baru untuk terus membangun desa yang religius dan damai. Ceramah Agama Navigasi Islam di Pongongaila membuktikan bahwa kekuatan sejati sebuah masyarakat tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keteguhan spiritual yang dijaga bersama oleh rakyat, pemerintah, dan TNI.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment