Cahaya Mentari dan Gema Komando, Potret Dedikasi Satgas TMMD Ke-126 di Awal Hari Pengabdian untuk Negeri

By Sinthya Airin 28 Okt 2025, 16:10:54 WIB Berita Terkini
Cahaya Mentari dan Gema Komando, Potret Dedikasi Satgas TMMD Ke-126 di Awal Hari Pengabdian untuk Negeri

Telaga Biru, 28 Oktober 2025 — Suara komando menggema di halaman Posko TMMD Ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo. Di tengah udara sejuk perbukitan Telaga Biru, Komandan SSK Satgas TMMD, Kapten Inf Bambang Sulaksana, berdiri tegak memimpin apel pagi penuh makna.

Bukan sekadar rutinitas, apel pagi itu menjadi wadah penyamaan langkah dan semangat pengabdian. Seluruh personel Satgas berdiri berbaris rapi, mendengarkan setiap pesan sang komandan dengan penuh khidmat. Di sinilah, disiplin tak lagi sekadar kata, melainkan bagian dari napas perjuangan.

Dalam arahannya, Kapten Inf Bambang Sulaksana menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan setiap program TMMD Ke-126, baik fisik maupun nonfisik. “Disiplin waktu, kerja, dan sikap adalah kunci utama keberhasilan kita. Kita datang untuk membangun, bukan sekadar bekerja,” ujarnya tegas.

Suara sang komandan memantul di antara dinding perbukitan. Ia mengingatkan bahwa visi TMMD adalah gotong royong dan ketulusan dalam pengabdian. “Apapun medan dan cuacanya, kita harus satu tujuan: menyelesaikan sasaran TMMD dengan hasil terbaik,” katanya penuh semangat.

Selepas pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan personel dan perlengkapan lapangan. Setiap prajurit menerima pembagian tugas harian secara rinci dari pembangunan jalan rabat beton, renovasi rumah tidak layak huni, hingga pembangunan MCK umum dan bak penampungan air bersih.

Di sela apel, suasana terasa hangat. Tidak ada jarak antara komandan dan prajurit. Mereka saling menepuk bahu, menyemangati satu sama lain. Bagi Satgas TMMD, disiplin bukan sekadar aturan keras, tapi budaya yang tumbuh dari rasa tanggung jawab terhadap rakyat.

Dan SSK juga menyinggung peran Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam mendukung kelancaran TMMD. Ia menilai kolaborasi ini adalah kunci keberhasilan di setiap titik sasaran. “Kerja keras kita tak akan berarti tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya penuh penghargaan.

Kehadiran warga di sekitar Posko TMMD memperlihatkan wajah sejati dari program ini. Warga ikut membantu mengangkat material, menyiapkan makanan, hingga memberi dukungan moral bagi para prajurit. Itulah yang disebut Dan SSK sebagai “roh TMMD” manunggalnya TNI dan rakyat.

Setiap hari, para personel TMMD berangkat dari Posko dengan semangat yang sama: menuntaskan amanah rakyat. Mereka tahu, jalan yang dibangun bukan hanya jalur transportasi, tapi jembatan penghubung masa depan desa.

Kapten Bambang juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga sinergi selama kegiatan berlangsung. “TMMD adalah simbol persaudaraan kita. Mari kita jaga kebersamaan ini hingga penutupan nanti,” pesannya menutup apel dengan nada penuh harapan.

Dengan semangat kebersamaan, Dan SSK berharap seluruh anggota Satgas dapat bekerja dengan profesionalisme tinggi dan hati yang tulus. “Kita bukan hanya membangun jalan dan rumah, tapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap TNI,” ujarnya.

Apel pagi itu berakhir dengan suasana optimis. Matahari mulai naik, menerangi wajah-wajah penuh semangat. TMMD Ke-126 bukan hanya proyek pembangunan, tetapi kisah pengabdian tentang bagaimana prajurit menjaga disiplin, bekerja dengan hati, dan menyalakan cahaya harapan di pelosok negeri.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment