Dari Aula Sederhana Di Huntulohulawa Lahir Harapan Baru Ekonomi Melalui Musyawarah Koperasi Merah Putih

By Sinthya Airin 31 Okt 2025, 20:30:35 WIB Berita Terkini
Dari Aula Sederhana Di Huntulohulawa Lahir Harapan Baru Ekonomi Melalui Musyawarah Koperasi Merah Putih

Bongomeme, 31 Oktober 2025 — Tidak ada kemajuan tanpa kebersamaan. Itulah semangat yang terpancar dari warga Desa Huntulohulawa sore itu. Aula kantor desa menjadi saksi dimulainya Musyawarah Desa Khusus Koperasi Merah Putih Tahun 2025, sebuah forum sederhana namun bermakna besar bagi perjalanan ekonomi masyarakat setempat.

Musyawarah Desa Khusus Koperasi Merah Putih Tahun 2025 digelar. Suasana tampak hangat namun serius. Setiap mata tertuju pada panggung kecil di depan ruangan tempat Camat Bongomeme, Susanto Ahaya Napu, S.Pd., duduk berdampingan dengan Kepala Desa Huntulohulawa, Supardi Dehi, dan perwakilan dari Koramil 1315-03/Tabongo, Praka Waldin.

Musyawarah dimulai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengawali agenda yang sarat makna. Setelah sambutan pembuka dari Kepala Desa, suasana berubah menjadi penuh perhatian. Dalam arahannya, Camat Bongomeme menekankan pentingnya sinergi antara perangkat desa dan masyarakat dalam mengelola koperasi agar menjadi wadah ekonomi yang mandiri.

“Koperasi bukan sekadar tempat simpan pinjam, tetapi ruang gotong royong ekonomi masyarakat desa,” ujarnya dengan nada tenang namun penuh keyakinan. Ucapan itu disambut anggukan para hadirin.

Kegiatan kemudian berlanjut pada pembahasan proposal bisnis yang akan menjadi dasar penguatan modal usaha bagi anggota Koperasi Merah Putih. Beberapa warga menyampaikan pandangan mereka, menyoroti potensi hasil bumi lokal dan peluang usaha kecil yang bisa digerakkan secara bersama.

Sesi tanya jawab menjadi bagian paling hidup dari musyawarah. Warga tidak sekadar hadir, tetapi aktif mengemukakan aspirasi mereka. Suasana yang semula formal berubah menjadi dialog hangat. Di antara suara-suara yang bergantian berbicara, muncul gagasan tentang peningkatan kualitas produk lokal serta pentingnya pelatihan manajemen keuangan bagi anggota koperasi.

Tak butuh waktu lama untuk mencapai kesepakatan. Dengan musyawarah mufakat, para peserta akhirnya menyetujui usulan pinjaman dan rencana bisnis yang akan dijalankan. Kesepakatan itu disambut tepuk tangan sebagai tanda semangat kebersamaan yang masih kuat di tengah masyarakat Huntulohulawa.

Kehadiran unsur pemerintah dan TNI dalam kegiatan tersebut menambah kekuatan moral bagi masyarakat. Perwakilan Koramil 1315-03/Tabongo, Praka Waldin, menyampaikan pesan singkat tentang pentingnya menjaga kepercayaan dan kejujuran dalam mengelola koperasi. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan ekonomi desa tidak terlepas dari kedisiplinan dan rasa tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Huntulohulawa, Ajis Lasena, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya koperasi agar tetap berada di jalur yang sesuai dengan kebutuhan warga. “Kami ingin koperasi ini tumbuh menjadi tumpuan ekonomi desa, bukan hanya nama di papan,” ujarnya penuh harap.

Menjelang senja, kegiatan ditutup dengan doa bersama. Angin lembut berembus di luar aula, membawa suasana teduh seolah menjadi saksi atas kesepakatan yang baru saja diambil. Pada pukul 17.20 Wita, musyawarah resmi berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.

Bagi masyarakat Huntulohulawa, kegiatan ini bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan langkah nyata untuk membangun kemandirian ekonomi desa. Koperasi Merah Putih kini diharapkan menjadi motor penggerak perubahan, tempat setiap warga bisa menanamkan harapan dan menuai hasil dari kebersamaan mereka sendiri.

Musyawarah ini menjadi cermin bahwa semangat kolektif masih hidup di tengah masyarakat pedesaan Gorontalo. Ketika pemerintah, aparat, dan rakyat bersatu dalam visi yang sama, maka jalan menuju kemajuan pun terbuka lebar. Desa Huntulohulawa kembali menunjukkan bahwa kemajuan tak selalu dimulai dari kota, melainkan dari langkah-langkah kecil yang diambil bersama dengan hati yang besar.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment