Garjas Periodik II Wujudkan Komitmen Prajurit Kodim 1315 Kabupaten Gorontalo Dalam Menjaga Kebugaran Kedisiplinan Dan Jiwa Korsa Di Setiap Langkah

By Sinthya Airin 18 Nov 2025, 12:49:41 WIB Berita Terkini
Garjas Periodik II Wujudkan Komitmen Prajurit Kodim 1315 Kabupaten Gorontalo Dalam Menjaga Kebugaran Kedisiplinan Dan Jiwa Korsa Di Setiap Langkah

Telaga Biru, 18 Mei 2025 — Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo menggelar kegiatan Garjas Periodik II Tahun Anggaran 2025 di Lapangan Yonif 713/ST. Kegiatan dimulai pukul 06.05 Wita dan diikuti seluruh personel dengan penuh semangat. Tes kebugaran jasmani ini menjadi bagian penting dalam pembinaan fisik prajurit untuk menjaga kesiapan tugas.

Di sudut lapangan, tim kesehatan dari Rumkit Tingkat IV dr. Eddy Kounang Gorontalo tampak sigap menjalankan tugasnya. Setiap peserta diperiksa tekanan darah dan kondisi jantungnya sebelum memulai latihan. Proses ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah penting memastikan bahwa setiap prajurit berada dalam kondisi sehat dan aman untuk melaksanakan kegiatan fisik berat. Pemeriksaan dilakukan dengan teliti, karena bagi TNI, keselamatan personel adalah prioritas utama sebelum berbicara tentang hasil dan pencapaian.

Pelaksanaan kegiatan dipimpin langsung oleh Kapten Inf Jacobus Tuju, Pjs. Pasipers Kodim 1315, bersama Kapten Inf Indra Mooduto selaku Pjs. Pasiops. Turut hadir pula Kapten H.K. Pane, Kajasrem 133/Nani Wartabone, yang datang bersama tim Jasrem 133 untuk memberikan pendampingan dan memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur. Di sisi lapangan, Peltu Iwan Yusuf terlihat mengatur barisan dengan disiplin tinggi, memastikan semua prajurit siap di posisi masing-masing.

Ketika jarum jam menunjukkan pukul 06.30 Wita, suara instruktur jasmani menggema di udara. Para prajurit mulai melakukan perenggangan otot dan pemanasan tubuh. Gerakan mereka seragam dan penuh semangat, mencerminkan kekompakan serta kesiapan fisik yang terjaga. Dalam setiap langkah, tampak kebanggaan tersendiri bahwa di balik seragam loreng, tersimpan tekad kuat untuk selalu siap menjalankan amanah pengabdian.

Tak lama berselang, pukul 06.45 Wita menjadi penanda dimulainya kegiatan inti. Lapangan yang semula hening berubah menjadi arena semangat dan energi. Para prajurit berlari mengelilingi lintasan dengan ritme teratur, sementara di sisi lain peserta lain tampak melakukan pull up, push up, sit up, dan shuttle run. Suara semangat terdengar di antara napas yang terengah. “Sedikit lagi! Bertahan!” seru salah satu rekan, menyemangati yang lain agar tak menyerah. Suasana yang menggambarkan solidaritas khas prajurit TNI.

Bagi para peserta, Garjas Periodik II bukan hanya soal tes fisik, tetapi juga cerminan profesionalisme dan tanggung jawab. Kegiatan ini menjadi penilaian penting dalam pembinaan karier dan kesiapan tugas. Lebih dari itu, Garjas menjadi ajang mempererat kebersamaan, menjaga kebugaran, dan menguatkan semangat juang sebagai abdi negara. Di setiap tetes keringat yang jatuh, tersimpan pesan bahwa kekuatan seorang prajurit bukan hanya pada ototnya, tapi juga pada mental dan dedikasinya.

Kapten H.K. Pane, Kajasrem 133/Nani Wartabone, yang turut mengawasi jalannya kegiatan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan yang berjalan tertib dan profesional. Ia menegaskan bahwa Garjas tidak hanya tentang fisik semata, tetapi juga mental dan kedisiplinan. “Tubuh yang sehat adalah pondasi utama bagi prajurit untuk melaksanakan tugas negara dengan optimal. Garjas bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan untuk menjaga kesiapan dan ketangguhan,” ujarnya penuh makna.

Dari 97 personel yang hadir, sebanyak 62 prajurit mengikuti Garjas penuh, sementara 23 lainnya bertugas sebagai pendukung. Sebanyak 12 personel tidak melaksanakan karena alasan medis, terdiri dari delapan orang dengan tekanan darah tinggi dan empat dengan gangguan hasil EKG. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan sebagai langkah preventif menjaga keselamatan seluruh peserta.

Pada pukul 08.45 Wita, kegiatan Garjas Periodik II TA 2025 memasuki tahap pendinginan dan evaluasi. Seluruh prajurit Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo berbaris rapi untuk menerima arahan dari panitia pelaksana. Meskipun terlihat lelah, seluruh peserta menunjukkan semangat tinggi dan kepuasan atas hasil yang dicapai. Tim kesehatan dari Rumkit Tingkat IV dr. Eddy Kounang Gorontalo melakukan pemeriksaan akhir terhadap peserta dan memberikan cairan untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.

Koptu Herlan, salah satu peserta yang ikut dalam kegiatan, menuturkan bahwa Garjas menjadi momentum penting bagi dirinya untuk mengukur kemampuan dan menjaga kebugaran. “Kami dilatih untuk tangguh, tapi kegiatan seperti ini juga jadi pengingat agar tetap rutin berolahraga dan menjaga fisik agar selalu siap bertugas,” ujarnya dengan senyum lega setelah menyelesaikan tes terakhir.

Sebelum kegiatan ditutup, Kapten Inf Jacobus Tuju memberikan pengarahan kepada seluruh personel agar yang belum sempat mengikuti Garjas dapat melaksanakannya keesokan harinya, Rabu, 19 November 2025. Ia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dan keselamatan selama kegiatan berlangsung. “Kebugaran prajurit bukan dibangun semalam, tapi hasil dari latihan disiplin dan kesadaran diri. Jaga kondisi tubuh agar selalu siap menghadapi tugas,” pesannya singkat namun penuh makna.

Sebagai lanjutan kegiatan, Garjas Periodik II akan diikuti dengan latihan ketangkasan renang di Kolam Renang Pentadio. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi lanjutan untuk meningkatkan daya tahan dan ketangkasan prajurit dalam menghadapi berbagai kondisi medan, baik di darat maupun di air.

Pukul 09.00 Wita, kegiatan Garjas berakhir tertib. Para prajurit Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo menutup latihan dengan wajah penuh semangat. Meski lelah, mereka meninggalkan lapangan dengan rasa bangga karena telah melaksanakan tugas fisik dengan maksimal. Garjas bukan hanya ajang uji fisik, tetapi juga penegasan jati diri prajurit yang disiplin dan tangguh.

Garjas Periodik II bukan sekadar agenda tahunan. Di dalamnya, ada cerita tentang dedikasi, tanggung jawab, dan cinta terhadap profesi. Prajurit Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo telah menunjukkan bahwa ketangguhan fisik hanyalah permulaan dari kekuatan sejati seorang prajurit. Di balik latihan yang berat, tersimpan nilai persaudaraan dan semangat pantang menyerah. Dari Telaga Biru, Indonesia belajar arti pengabdian yang tak mengenal lelah.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment