Gerakan Beras Murah, Langkah Nyata TNI Jaga Stabilitas dan Kesejahteraan

By Sinthya Airin 13 Okt 2025, 18:35:25 WIB Berita Terkini
Gerakan Beras Murah, Langkah Nyata TNI Jaga Stabilitas dan Kesejahteraan

Telaga Biru, 13 Oktober 2025 – Koramil 1315-01/Telaga Biru terasa lebih hidup dari biasanya. Sejak sinar matahari pertama menembus langit, warga sudah berdatangan untuk mengikuti Gerakan Beras Murah yang diselenggarakan oleh Koramil 1315-02/Limboto bekerja sama dengan Bulog Provinsi Gorontalo. Antusiasme masyarakat menjadi bukti betapa kegiatan sederhana ini dinanti oleh banyak kalangan.

Prajurit TNI tampak sibuk menata karung-karung beras di bawah naungan tenda sederhana, menyambut warga dengan sapaan hangat dan senyum tulus. Kegiatan ini bukan sekadar jual beli, melainkan bentuk nyata pengabdian TNI untuk mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan. Di balik kesibukan itu, tersimpan misi besar: menjaga stabilitas sosial dan membantu warga di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.

Sebagai garda terdepan TNI di tingkat kecamatan, Koramil terus menunjukkan peran penting dalam pembinaan teritorial. Melalui kegiatan sosial seperti pasar murah, mereka tak hanya menyiapkan wilayah pertahanan darat, tetapi juga menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap negara. Bagi Babinsa, kedekatan dengan rakyat bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati dalam menjaga pertahanan rakyat semesta.

Pasar murah ini menjadi simbol kepedulian di tengah tantangan ekonomi. Di saat harga beras melonjak, langkah Koramil dan Bulog hadir sebagai angin segar bagi masyarakat kecil. Beras yang dijual bukan sekadar komoditas, tetapi wujud perhatian dan harapan. TNI tak hanya menjaga batas wilayah, tetapi juga menjaga isi dapur rakyat agar tetap penuh dan hangat.

Kolaborasi antara TNI, Bulog, dan Pemerintah Daerah menjadikan kegiatan ini lebih bermakna. Dari barisan warga yang mengantre tertib hingga senyum ibu rumah tangga yang pulang membawa beras di pelukannya, semuanya menggambarkan hadirnya negara di tengah rakyatnya. Kebersamaan yang tumbuh di pasar murah ini mencerminkan bahwa gotong royong masih menjadi napas bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, beras premium Bulog SPHP dijual seharga Rp12.000 per kilogram, dengan total penjualan mencapai 500 kilogram atau 100 sak. Angka itu menunjukkan betapa besar minat masyarakat dan keberhasilan Koramil dalam menjembatani kebutuhan ekonomi dengan semangat pelayanan sosial.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Prajurit memahami, menjaga keamanan tidak hanya dengan senjata, tetapi juga dengan memastikan rakyat tidak kekurangan bahan pokok. Sebab kesejahteraan adalah dasar dari pertahanan yang kuat.

Gerakan ini lahir dari kepedulian terhadap naiknya harga beras di pasaran. Dengan menggandeng Bulog, Koramil menghadirkan solusi langsung yang menyentuh masyarakat. TNI membuktikan bahwa keberadaannya tidak hanya dalam menjaga keamanan fisik, tetapi juga berperan dalam menjaga kestabilan ekonomi rakyat.

Melihat antusiasme warga, kegiatan seperti ini layak dijadikan agenda berkelanjutan. Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, pasar murah juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat. Dalam setiap kegiatan, tampak jelas semangat “Bersama Rakyat, TNI Kuat” benar-benar hidup di tengah masyarakat.

Warga pun merasakan manfaatnya secara langsung. Harga beras yang lebih murah membuat beban ekonomi mereka sedikit berkurang. Para ibu rumah tangga merasa terbantu, pedagang kecil bisa bernapas lega, dan masyarakat pun kembali percaya bahwa negara selalu hadir di sisi mereka. “Beras ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada TNI dan Bulog,” ujar seorang warga Tuladenggi penuh haru.

Sinergi antara TNI, Bulog, dan Pemerintah Daerah dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan yang menjaga keseimbangan kehidupan rakyat. Dari Telaga Biru, semangat pengabdian ini menyebar ke penjuru negeri bahwa setiap butir beras yang dibagikan bukan sekadar bahan pangan, tetapi juga pesan cinta dan kepedulian dari TNI untuk rakyatnya.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment