Ketika Peluh Menjadi Doa, dan Jalan Menjadi Saksi Satgas TMMD Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo Berpacu dengan Waktu Demi Konektivitas dan Kemajuan Desa

By Sinthya Airin 27 Okt 2025, 19:10:22 WIB Berita Terkini
Ketika Peluh Menjadi Doa, dan Jalan Menjadi Saksi Satgas TMMD Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo Berpacu dengan Waktu Demi Konektivitas dan Kemajuan Desa

Telaga Biru, 27 Oktober 2025 — Kabut tipis belum sepenuhnya sirna ketika dentingan cangkul mulai terdengar di Desa Tonala, Kecamatan Telaga Biru. Di antara kabut pagi, tampak prajurit TNI dengan seragam lusuh namun penuh semangat, bahu-membahu membangun jalan rabat beton. Di bawah komando Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo, Satgas TMMD ke-126 kembali menorehkan kisah pengabdian yang nyata bagi rakyat.

Setiap ayunan sekop dan gerakan tangan mereka menggambarkan ketulusan tanpa pamrih. Pekerjaan itu bukan sekadar menata batu dan semen, melainkan merajut harapan baru bagi masyarakat desa yang telah lama menantikan akses jalan yang layak. Di panas terik ataupun dingin embun, tekad para prajurit tetap sama menyelesaikan amanah pembangunan dengan sepenuh hati.

Program TMMD hadir bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tapi juga membangun jiwa gotong royong. Jalan rabat beton yang kini dikerjakan menjadi simbol keterhubungan antara desa dan masa depan. Melalui kerja bersama ini, TNI dan warga seolah menulis bab baru tentang persatuan yang lahir dari peluh dan kerja keras.

Dengan jalan yang terbuka, roda perekonomian akan berputar lebih cepat. Para petani bisa lebih mudah memasarkan hasil panennya, anak-anak tak lagi harus menembus lumpur menuju sekolah, dan layanan kesehatan dapat menjangkau pelosok tanpa hambatan. Semua ini menjadi alasan kuat mengapa Satgas TMMD terus berpacu melawan waktu, meski tubuh lelah dan matahari enggan bersahabat.

Di balik tetes keringat yang jatuh ke tanah, tersimpan makna cinta pada rakyat. Kegiatan TMMD ini lahir dari kesadaran akan kebutuhan masyarakat yang selama ini terisolasi. Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo menjadikan TMMD sebagai bukti nyata bahwa pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga panggilan nurani setiap prajurit.

Setiap pagi, prajurit dan warga menyatu dalam semangat kerja. Mereka bergantian memikul pasir, menata batu, dan menyiapkan adukan semen. Tidak ada perbedaan antara seragam hijau dan pakaian kerja rakyat semua menjadi satu dalam semangat kebersamaan. Tawa ringan di sela pekerjaan menjadi penanda bahwa di tengah kerja keras, persaudaraan tumbuh subur.

Jalan yang mulai terbentuk kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Tonala. Mereka menyaksikan perubahan nyata di depan mata dari jalan becek yang dulu sulit dilewati, kini menjadi jalur lancar bagi kendaraan dan aktivitas ekonomi. Pembangunan ini bukan hanya soal beton yang mengeras, tapi juga tentang mimpi yang diwujudkan bersama.

Warga berharap TMMD akan terus menjadi program yang menjangkau desa-desa lain di Kabupaten Gorontalo. Mereka percaya, keberadaan TNI di tengah masyarakat bukan sekadar membantu membangun, tapi juga menyalakan semangat untuk menjaga hasil pembangunan itu sendiri. Apa yang lahir dari keringat bersama, harus dijaga dengan rasa memiliki yang sama.

Program TMMD ke-126 menjadi potret indah dari kolaborasi dan ketulusan. Sinergi antara TNI dan masyarakat menunjukkan bahwa semangat gotong royong bangsa ini masih kuat berdenyut. Jalan yang dibangun bukan hanya untuk dilalui kendaraan, tapi juga untuk mengalirkan nilai kebersamaan dari generasi ke generasi.

Ketika matahari terbenam di Telaga Biru, warna jingga menyelimuti hasil kerja keras seharian. Para prajurit menatap jalan yang kini terbentang kokoh dengan rasa bangga. Dalam diam mereka tahu, pengabdian sejati tidak memerlukan tepuk tangan cukup dengan melihat senyum warga yang kini bisa melangkah lebih mudah. Dari desa inilah, kisah kecil tentang cinta tanah air itu terus hidup dan berlanjut.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment