Ketulusan Seorang Prajurit Satgas TMMD Mengajarkan Huruf Hijaiyah dan Menyalakan Semangat Religi Anak-anak di SMPN 4 Satap Telaga Biru

By Sinthya Airin 31 Okt 2025, 15:57:52 WIB Berita Terkini
Ketulusan Seorang Prajurit Satgas TMMD Mengajarkan Huruf Hijaiyah dan Menyalakan Semangat Religi Anak-anak di SMPN 4 Satap Telaga Biru

Telaga Biru, 31 Oktober 2025 — Program nonfisik TMMD ke-126 kembali menyentuh dunia pendidikan. Kali ini, personel Satgas TMMD Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo, Seka Laode Kalawara, mengisi kegiatan keagamaan di SMPN 4 Satap Telaga Biru, Kecamatan Telaga Biru. Dengan penuh ketulusan, ia mengajarkan Aksara Al-Qur’an kepada para siswa di Desa Tonala, sebagai wujud kepedulian TNI terhadap pembinaan moral generasi muda.

Di balik langkah tenangnya, tersimpan niat tulus. Seka Laode tahu, tak semua anak di pelosok memiliki guru agama yang cukup. Maka ia hadir dengan misi kemanusiaan menyalakan cinta pada Al-Qur’an di hati generasi muda. Bagi dirinya, tugas seorang prajurit tak berhenti pada menjaga keamanan, tapi juga menanamkan nilai moral dan spiritual. Kegiatan ini menjadi bagian dari program nonfisik TMMD ke-126, bentuk nyata kepedulian TNI terhadap pembinaan karakter bangsa di pelosok negeri.

Semua bermula dari harapan kecil para guru. Mereka ingin anak didiknya tidak hanya pandai berhitung dan membaca latin, tetapi juga mampu memahami huruf suci dalam kitab Allah. Mendengar itu, Satgas TMMD langsung merespons dengan aksi nyata. Seka Laode Kalawara, dikenal santun dan berpengetahuan agama, dipercaya mengisi kegiatan keagamaan. Ia hadir tanpa protokol, cukup dengan papan tulis, spidol, dan niat tulus untuk berbagi ilmu.

Ruang belajar yang biasanya sunyi berubah menjadi tempat penuh kehidupan. Suara lantunan huruf hijaiyah terdengar bergema, kadang diiringi tawa kecil anak-anak saat lidah mereka terpeleset menyebut huruf. Seka Laode sabar membimbing. Ia menulis di papan, mereka menirukan. Tak ada jarak, tak ada perintah hanya guru dan murid yang belajar bersama dalam kehangatan. Dari balik jendela, warga yang lewat ikut tersenyum, melihat harmoni indah antara seragam loreng dan baju putih sekolah.

Tak butuh laporan panjang untuk melihat hasilnya. Anak-anak kini semakin antusias membaca Al-Qur’an, guru-guru merasa terbantu, dan warga desa bangga memiliki prajurit yang peduli. TNI menunjukkan wajahnya yang lembut: bukan hanya penjaga kedaulatan, tapi juga pelindung moral generasi bangsa. Melalui ilmu sederhana, lahir kedekatan batin antara tentara dan rakyat, antara disiplin dan kasih sayang.

Seka Laode berharap, pelajaran singkat itu menjadi awal perjalanan panjang bagi para siswa. Ia ingin meninggalkan sesuatu yang tak lekang waktu bukan bangunan beton, tapi fondasi iman. Pihak sekolah berjanji akan melanjutkan kegiatan serupa setiap pekan. Mereka melihat betapa besar dampaknya terhadap semangat belajar dan kepercayaan diri siswa. “Anak-anak jadi lebih mencintai Al-Qur’an,” ujar salah satu guru sambil menatap papan tulis yang masih bertuliskan huruf hijaiyah.

Dari kegiatan itu, kita belajar bahwa membangun desa tak selalu tentang membangun jalan. Kadang, membangun hati jauh lebih berarti. TMMD bukan hanya proyek fisik, tapi juga perjalanan spiritual yang menyatukan prajurit dan rakyat. Setiap huruf yang diajarkan Seka Laode adalah pondasi baru bagi masa depan pondasi yang kokoh karena dibangun dengan cinta.

Satu per satu siswa menyalami gurunya yang berseragam loreng itu, mata mereka memancarkan kebanggaan. Langit Telaga Biru tampak cerah, seolah ikut menyaksikan kisah sederhana penuh makna. Di hari itu, seorang prajurit mengajarkan bukan hanya huruf hijaiyah, tapi juga makna tentang ketulusan bahwa cinta tanah air bisa lahir dari sebatang spidol dan secarik doa.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment