Kobaran Api SMPN 01 Batudaa Cepat Meluas Babinsa Koramil Tabongo Dan Warga Bersinergi Memadamkan Dengan Tindakan Efektif

By Sinthya Airin 06 Mar 2026, 11:59:26 WIB Berita Terkini
Kobaran Api SMPN 01 Batudaa Cepat Meluas Babinsa Koramil Tabongo Dan Warga Bersinergi Memadamkan Dengan Tindakan Efektif

Gorontalo, 6 Maret 2026 – Kepanikan warga Desa Pilobuhuta setelah mengetahui api muncul di Gedung SMPN 01 Batudaa. Serda Firman Babinsa Kodim 1315 Sekitar 03/Tabongo segera datang ke lokasi. Kehadiran Babinsa memperkuat upaya warga menahan kobaran api yang cepat merambat, sekaligus memberi arahan agar semua tetap aman.

 

Sekitar pukul 07.00 Wita, Jemi Puluhulawa mendapat kabar dari warga yang menyapu jalan bahwa kebakaran terjadi di sekolah. Ia segera keluar rumah dan melihat api mulai menyebar dari ruang guru. Tanpa menunggu lama, ia mendatangi rumah Oskar Bajuka agar informasi cepat sampai ke pihak yang tepat, sehingga respons bisa berjalan lebih terkoordinasi.

 

Api yang menjalar terasa panas hingga halaman rumah Oskar Bajuka, memaksa mobil yang terparkir dipindahkan segera. Ia memanggil warga sekitar dan menghubungi Babinsa, Babinkamtibmas, serta aparat desa. Langkah cepat ini membantu mempersingkat waktu respons awal dan mencegah api meluas lebih jauh.

 

Sekitar pukul 07.20 Wita, mobil pemadam kebakaran Kabupaten Gorontalo tiba di lokasi dan langsung menyalurkan air ke titik api yang membesar. Babinsa bersama warga tetap fokus menahan penyebaran agar kobaran tidak merambet ke bangunan lain. Kolaborasi semua pihak terbukti menjadi kunci proses pemadaman berjalan efektif.

 

Serda Firman Babinsa kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan seluruh siswa dan guru berada di tempat aman. Komunikasi dengan aparat desa juga berjalan lancar sehingga bantuan tambahan cepat diterima. Dengan langkah ini, penyebaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan risiko lebih luas dapat diminimalkan.

 

Meski kebakaran berlangsung singkat, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Tidak ada korban jiwa, namun kerusakan properti cukup signifikan. Dugaan awal kebakaran muncul akibat korsleting di ruang kepala sekolah, menurut pengamatan Babinsa di lokasi.

 

Pemadaman kebakaran ini menampilkan sinergi antara Babinsa, aparat desa, dan warga sekitar. Semua pihak bergerak cepat tanpa menunda, menunjukkan bahwa transisi dari laporan awal ke tindakan nyata mampu menekan risiko kerusakan. Respons cepat ini membuktikan kesiapsiagaan komunitas terhadap situasi darurat.

 

Hingga api padam sepenuhnya, Babinsa tetap berada di lokasi memeriksa sisa titik panas. Warga dibimbing agar tetap waspada dan menjaga keamanan lingkungan sekolah. Kejadian ini menjadi pelajaran penting mengenai kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di masa mendatang.

 

Secara keseluruhan, respons cepat Babinsa dan keterlibatan warga berhasil menahan kobaran api, mencegah kerugian lebih besar, dan menjaga keselamatan semua orang. Kejadian ini menjadi contoh nyata sinergi aparat keamanan dan masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment