Lembur di Tengah Gelap Malam Satgas TMMD Kodim 1315 Kab Gorontalo Kejar Target Pengecoran Jalan Rabat Beton di Telaga Biru

By Sinthya Airin 01 Nov 2025, 07:16:35 WIB Berita Terkini
Lembur di Tengah Gelap Malam Satgas TMMD Kodim 1315 Kab Gorontalo Kejar Target Pengecoran Jalan Rabat Beton di Telaga Biru

Telaga Biru, 31 Oktober 2025 — Para prajurit Satgas TMMD Kodim 1315/Kab. Gorontalo yang masih bekerja di bawah cahaya lampu sorot. Tak ada tanda-tanda lelah di wajah mereka, meski hari sudah condong malam. Jalan rabat beton yang tinggal kurang dari satu minggu lagi harus rampung menjadi alasan utama di balik kerja keras yang tak kenal waktu ini.

Beberapa hari terakhir, cuaca di wilayah Telaga Biru tak bersahabat. Hujan deras mengguyur tanpa jeda, memaksa proses pengecoran tertunda. Lumpur menutupi sebagian jalur yang sedang dikerjakan, sementara air menggenang di area campuran semen. Namun begitu langit mulai cerah, Satgas TMMD langsung tancap gas, melanjutkan pekerjaan yang tertunda dengan semangat berlipat.

“Waktu tidak banyak. Kami harus pastikan pekerjaan selesai sesuai jadwal, walau harus kerja hingga malam,” ungkap salah satu personel Satgas yang tengah mengaduk semen, suaranya nyaris tertelan bising alat berat.

Di balik setiap ayunan sekop dan derap langkah pasukan, tersimpan tekad yang sama, menghadirkan akses jalan yang layak bagi warga desa. Lembur malam ini adalah wujud pengabdian tanpa pamrih. Lampu-lampu darurat dipasang di sepanjang jalur, menerangi jalan rabat beton yang mulai terbentuk. Warga setempat pun turut membantu, membawa air dan makanan ringan untuk para prajurit yang tak beranjak dari lokasi kerja.

Bagi mereka, lembur bukan sekadar bekerja di malam hari melainkan perjuangan untuk menembus batas waktu dan cuaca, agar hasil TMMD bisa dirasakan tepat waktu oleh masyarakat.

Peristiwa ini bermula dari perubahan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Gorontalo bagian barat selama hampir seminggu. Intensitas hujan tinggi membuat pengerjaan sempat berhenti total. Genangan air dan lumpur menghambat pergerakan alat berat, sementara bahan bangunan harus diselamatkan dari aliran air.

Namun semangat Satgas TMMD tak ikut surut. Begitu langit mulai bersahabat, mereka kembali menata jalur, mengeringkan lokasi, dan memulai kembali pengecoran yang sempat tertunda. “Kami sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. TMMD bukan hanya kerja fisik, tapi juga latihan kesabaran dan keikhlasan,” tutur salah satu anggota Satgas yang terlihat masih menggenggam sekop di tangan.

Harapan besar mengiringi setiap coran yang dituang malam itu. Jalan rabat beton yang dikerjakan bukan hanya infrastruktur, tapi juga simbol kemajuan desa. Warga Tonala menaruh harapan besar bahwa akses ini akan memperlancar transportasi hasil panen, memudahkan anak sekolah, dan membuka peluang ekonomi baru.

Dandim 1315/Kab. Gorontalo Letkol Arh Roma Laksana Yudha, dalam kunjungan sebelumnya, sempat berpesan bahwa keberhasilan TMMD bukan sekadar pada bangunan yang berdiri, tapi pada semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat yang tumbuh di baliknya.

Kini, jalan rabat beton sepanjang ratusan meter itu hampir rampung. Suara cangkul dan adukan semen terdengar bersahutan, mengiringi detik-detik terakhir penyelesaian proyek. Malam semakin larut, tapi tidak satu pun prajurit yang beranjak. Mereka tahu, waktu tinggal menghitung hari. Di sela kerja keras itu, canda kecil sesekali pecah, memecah kelelahan yang menggantung di udara lembap Telaga Biru.

Beberapa anggota Satgas duduk di tepi jalan, menatap hasil kerja mereka jalan beton yang kokoh, mengilap di bawah cahaya lampu. Tak ada tepuk tangan, tak ada sorakan, tapi rasa puas itu nyata terpancar di wajah mereka.

Lembur malam itu menjadi saksi bahwa semangat pengabdian tak mengenal waktu. Meski cuaca sempat menguji, TMMD ke-126 di Desa Tonala tetap menunjukkan arti sesungguhnya dari kerja sama, ketulusan, dan cinta terhadap negeri.

Menjelang akhir program, pekerjaan hampir tuntas. Namun semangat itu tak berakhir di jalan yang dicor malam itu. Bagi Satgas TMMD, setiap tetes keringat adalah bentuk tanggung jawab moral kepada rakyat. Jalan rabat beton ini mungkin hanya satu proyek kecil di atas peta, tetapi bagi warga Tonala, inilah bukti bahwa harapan bisa diwujudkan lewat kebersamaan. Satgas TMMD menutup hari dengan keyakinan, bahwa setiap kerja keras yang dilakukan bersama rakyat, akan selalu meninggalkan jejak kebaikan yang panjang.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment