Menapaki Tanah Perbukitan, Brigjen TNI Judi Paragina Firdaus Tinjau Pembangunan Bak Air, Bukti Nyata Sinergi TNI dan Rakyat Tonala

By Sinthya Airin 29 Okt 2025, 12:03:16 WIB Berita Terkini
Menapaki Tanah Perbukitan, Brigjen TNI Judi Paragina Firdaus Tinjau Pembangunan Bak Air, Bukti Nyata Sinergi TNI dan Rakyat Tonala

Telaga Biru, 29 Oktober 2025 — Brigjen TNI Judi Paragina Firdaus, M.Sc., Ketua Tim Wasev TMMD ke-126, menggetarkan tanah Desa Tonala siang itu. Dengan seragam lapangan rapi dan senyum bersahaja, ia menyapa warga yang telah menanti sejak pagi. Di hadapannya terbentang hasil kerja keras prajurit dan masyarakat: bak penampungan air yang kini berdiri kokoh di lereng perbukitan.

 

Pembangunan bak air ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan jawaban atas kebutuhan dasar warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. “Air adalah sumber kehidupan, dan tugas kami memastikan sumber itu bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” tutur Brigjen Judi penuh keyakinan.

 

Bagi TNI, meninjau hasil kerja bukan sekadar formalitas. Kunjungan Brigjen Judi menjadi bukti nyata keseriusan TNI memastikan setiap titik pembangunan TMMD benar-benar memberi manfaat langsung bagi rakyat. Ia tak ingin hanya mendengar laporan, tapi melihat dan merasakan sendiri hasil pengabdian prajurit di lapangan.

 

“Pembangunan harus punya jiwa. Ruh itu adalah manfaatnya bagi rakyat. Jika tak membawa kebaikan, maka bangunan itu hampa,” ungkapnya sambil menatap hasil kerja gotong royong antara prajurit dan warga.

 

Kunjungan Tim Wasev ke Desa Tonala memiliki makna mendalam. Setiap kegiatan TMMD, baik fisik maupun nonfisik, selalu diawasi secara menyeluruh agar tepat sasaran dan tepat guna. TNI percaya, membangun desa berarti menguatkan pondasi bangsa.

 

Sejak pagi, jalan setapak menuju lokasi bak air menjadi saksi kesungguhan rombongan. Panas terik tak menyurutkan langkah, sementara di kejauhan, suara ember dan adukan semen berpadu dengan tawa warga yang bekerja. TNI dan rakyat benar-benar menyatu dalam semangat gotong royong.

 

Brigjen Judi tak segan turun langsung berbincang dengan warga. “Berat ya, tapi kalau untuk rakyat, semua terasa ringan,” ucapnya santai. Kalimat itu disambut senyum lelah tapi tulus dari para pekerja yang tahu betul makna perjuangan bersama.

 

Keberadaan bak air ini menjadi titik terang bagi masyarakat Desa Tonala. Dulu, untuk mendapatkan air bersih, warga harus berjalan jauh menuruni bukit. Kini, air itu datang ke tengah desa—mendekat, menghidupi, dan memberi harapan.

 

Tak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, air yang mengalir dari bak ini juga dimanfaatkan untuk irigasi lahan pertanian dan kebutuhan peternakan. Program TMMD pun tak hanya membangun infrastruktur, tapi ikut menumbuhkan ekonomi lokal dan kesejahteraan warga desa.

 

Dalam arahannya, Brigjen Judi menekankan pentingnya merawat hasil pembangunan. TMMD boleh usai, tapi tanggung jawab menjaga hasilnya adalah bagian dari keberlanjutan yang harus dijaga oleh masyarakat sendiri. “Kami membangun bersama rakyat, dan hasilnya harus dijaga oleh rakyat pula,” pesannya tegas namun hangat.

 

Peninjauan yang dilakukan Brigjen Judi menjadi gambaran kemanunggalan TNI dan rakyat. Bak air sederhana itu kini menjadi simbol bahwa pembangunan sejati tidak hanya tentang batu dan semen, melainkan tentang kasih, pengabdian, dan kebersamaan yang mengalir tanpa henti.

 

Sore hari, ketika matahari perlahan condong ke barat, Brigjen Judi berpamitan meninggalkan lokasi. Di belakangnya, suara gemericik air dari bak penampungan terdengar lembut seakan menjadi lagu perpisahan yang bermakna. Di Desa Tonala, air bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan simbol kehidupan dan pengabdian yang tak pernah kering.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment