Musrenbang Desa Hulawa Bahas Perubahan RKPDes Sebagai Peta Jalan Menuju Kesejahteraan Masyarakat

By Sinthya Airin 31 Okt 2025, 20:51:15 WIB Berita Terkini
Musrenbang Desa Hulawa Bahas Perubahan RKPDes Sebagai Peta Jalan Menuju Kesejahteraan Masyarakat

Telaga Biru, 31 Oktober 2025 — Pemerintah Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) untuk membahas perubahan Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2026–2027. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa itu dihadiri unsur pemerintahan, TNI, BPD, dan masyarakat setempat.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.15 Wita itu tampak penuh keseriusan namun tetap bersahabat. Dari barisan depan, Serda Ruslianto Bukoting, Babinsa Koramil 1315-01/Telaga Biru, hadir dengan sikap tenang. Tatapannya menyapu ruangan, menandai peran TNI yang bukan hanya penjaga keamanan, melainkan juga pendamping aktif dalam setiap denyut pembangunan desa.

Musyawarah kali ini dihadiri oleh berbagai unsur penting. Jamaludin S. Bobihu, Camat Telaga, hadir membawa semangat kebersamaan lintas sektor. Di sampingnya, Hasan Dau, S.Fil.I., M.H., Wakil Ketua BPD Desa Hulawa, dan Herlina Lihawa, Kepala Desa Hulawa, duduk berdampingan bersama Aipda Rahman, Bhabinkamtibmas yang setia menjaga sinergi antar instansi.

Tak hanya pejabat yang berbicara, warga pun turut menjadi bagian dari pembahasan. Para perangkat desa, anggota BPD, kader kesehatan, perwakilan guru PAUD Ibu Fesmi Latif, S.Pd., hingga sekitar tiga puluh masyarakat hadir dengan semangat tinggi. Suasana berubah hangat oleh percakapan dan ide-ide yang tumbuh dari keseharian mereka.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan doa yang menenangkan. Kepala Desa Hulawa, Herlina Lihawa, menyampaikan sambutannya dengan nada penuh keyakinan. “RKPDes bukan hanya dokumen administratif, tetapi arah untuk mewujudkan kesejahteraan warga,” ujarnya, disambut tepuk tangan yang menandai semangat gotong royong masih terjaga di Hulawa.

Dalam kesempatan itu, Serda Ruslianto Bukoting menegaskan bahwa peran Babinsa tidak berhenti pada keamanan. “TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat, mendukung program pemerintah desa agar tepat sasaran dan membawa manfaat,” tuturnya tegas namun ramah. Ucapan itu menjadi energi baru bagi peserta musyawarah yang menyadari pentingnya kebersamaan lintas profesi.

Kehadiran Babinsa memberikan warna tersendiri dalam kegiatan itu. Ia menjadi jembatan antara ketertiban militer dan suasana sosial warga yang penuh keakraban. Di ruangan itu, disiplin dan kekeluargaan menyatu, menghadirkan harmoni yang jarang ditemui di forum formal.

Sesi pembahasan dimulai dengan pemaparan rancangan perubahan RKPDes oleh Sekretaris Desa. Setelahnya, pintu diskusi dibuka lebar. Warga tak canggung menyampaikan usulan mulai dari peningkatan jalan lingkungan, penguatan ekonomi lokal, hingga perbaikan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Setiap ide didengar dengan seksama, tanpa sekat antara pemerintah dan rakyat.

Dalam sambutannya, Jamaludin S. Bobihu mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara program desa dan arah pembangunan daerah. “Musrenbang ini adalah ruang emas untuk memastikan setiap rencana benar-benar menyentuh masyarakat,” ujarnya penuh semangat. Kata-katanya menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci dari kemajuan yang berkelanjutan.

Usai melalui perdebatan sehat dan tanya jawab yang hangat, peserta akhirnya mencapai kesepakatan bersama. Ketua BPD menyerahkan dokumen RKPDes kepada Kepala Desa Hulawa dalam momen simbolis yang disambut tepuk tangan panjang. Di wajah para peserta tergambar rasa lega hasil musyawarah ini bukan hanya rencana, tetapi wujud nyata persatuan.

Menjelang malam, doa bersama dipanjatkan. Langit Telaga mulai gelap, tapi semangat warga Hulawa tetap terang. Pukul 18.45 Wita, kegiatan resmi ditutup. Semua peserta meninggalkan aula dengan hati yang ringan, membawa pulang keyakinan bahwa pembangunan adalah kerja bersama yang lahir dari niat baik dan kebersamaan.

Kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh kehangatan. Dari Babinsa hingga masyarakat biasa, semua merasa menjadi bagian dari perubahan. Hari itu meninggalkan kesan mendalam bahwa kemajuan desa tidak ditentukan oleh seberapa besar dana, tetapi oleh seberapa kuat kebersamaan warganya menjaga harapan untuk Hulawa yang lebih maju dan sejahtera.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment