Paparan di Tengah Suasana Khidmat, Antara Evaluasi, Apresiasi, dan Semangat Juang Membangun Negeri dari Desa

By Sinthya Airin 28 Okt 2025, 15:51:11 WIB Berita Terkini
Paparan di Tengah Suasana Khidmat, Antara Evaluasi, Apresiasi, dan Semangat Juang Membangun Negeri dari Desa

Limboto, 28 Oktober 2025 — Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo bersama jajaran TNI menggelar kegiatan paparan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa Ke-126 Tahun Anggaran 2025, bertempat di Ruang Rapat Dulohupa, Kelurahan Kayubulan. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Dansatgas TMMD, Letkol Arh Roma Laksana Yudha, S.Ap., M.Sos., itu dihadiri Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI AD.

Ruang rapat yang dipenuhi ornamen khas Gorontalo terasa hidup. Brigjen TNI Judi Paragina Firdaus, M.Sc., selaku Ketua Tim Wasev, duduk berdampingan dengan Kolonel Kav Eko Julianto Ramadhan, M.Tr. Han., Kasiter Korem 133/Nani Wartabone. Di sisi lain, Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi, S.T., dan Ketua DPRD H. Zulfikar Y. Usira, S.E., hadir bersama jajaran Forkopimda. Semua pandangan tertuju pada satu arah sinergi nyata antara TNI dan Pemerintah Daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi TNI melalui TMMD. “Program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi membangkitkan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa,” ujarnya penuh rasa hormat.

Bupati kemudian menyinggung Desa Tonala lokasi utama pelaksanaan TMMD yang dikenal sebagai “desa di atas awan.” Terletak di perbukitan Kecamatan Telaga Biru, wilayah ini selama ini terisolasi karena keterbatasan akses. “TMMD membawa harapan baru bagi masyarakat Tonala, agar konektivitas antar dusun semakin terbuka dan ekonomi rakyat kembali menggeliat,” harapnya.

Usai sambutan, Dansatgas Letkol Arh Roma Laksana Yudha menyampaikan hasil progres TMMD Ke-126. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan perintah resmi dari Kasad, Pangdam XIII/Merdeka, dan Danrem 133/Nani Wartabone. “TMMD bukan sekadar proyek pembangunan, tapi juga strategi memperkuat ketahanan sosial masyarakat,” tuturnya.

Sasaran utama kegiatan fisik adalah peningkatan jalan rabat beton sepanjang 1.143 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 15 sentimeter yang menghubungkan Desa Dulamayo Selatan dengan Tonala. “Jalan ini akan menjadi urat nadi baru bagi 333 kepala keluarga yang sebagian besar adalah petani. Ini bukan sekadar beton, tapi jembatan harapan,” ujar Dansatgas penuh semangat.

Selain infrastruktur, TMMD juga fokus pada kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, kesadaran hukum, serta pencegahan stunting. “Kami ingin membangun manusia sebelum membangun tembok,” kata Letkol Roma tegas.

Namun medan Tonala bukan tanpa tantangan. Cuaca ekstrem dan hujan lebat kerap menghambat pekerjaan. Dansatgas mengisahkan bagaimana prajurit dan warga bahu-membahu memanfaatkan ojek serta kerja malam untuk mempercepat pengangkutan material. “Kami tidak hanya mengejar target, tetapi menyalakan semangat kebersamaan,” ucapnya tersenyum.

Ketua Tim Wasev, Brigjen TNI Judi Paragina Firdaus, menegaskan bahwa evaluasi TMMD bukan sekadar formalitas. “Pengawasan ini untuk memastikan program benar-benar bermanfaat bagi rakyat, bukan hanya seremonial,” katanya tegas.

Ia juga menyoroti pentingnya memahami bela negara di era modern. “Bela negara bukan hanya latihan baris-berbaris. Saat masyarakat mandiri, produktif, dan berkontribusi, di situlah bela negara sejati,” ujarnya, mengaitkan TMMD dengan upaya kemandirian ekonomi desa.

Brigjen Judi turut memuji sinergi antara Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo dan Pemerintah Daerah. Menurutnya, kolaborasi seperti ini harus terus dijaga bahkan di luar kegiatan TMMD. “Sinergi ini pondasi kemajuan daerah,” katanya.

Sekitar pukul 12.25 Wita, kegiatan paparan berakhir dengan suasana penuh rasa bangga. Para peserta meninggalkan ruangan dengan senyum puas dan semangat baru. TMMD Ke-126 menjadi simbol bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan.

Dari Ruang Dulohupa hingga lereng Tonala, semangat itu terus mengalir. TMMD bukan hanya tentang membangun jalan, melainkan tentang menata masa depan. Sebuah bukti bahwa cinta tanah air tidak dilahirkan dari pidato panjang, tetapi dari kerja nyata di tanah kelahiran sendiri.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment