Pemerintah Kabupaten Gorontalo Dorong Transformasi Pasar Hewan Melalui Relokasi Tridharma Sebagai Upaya Meningkatkan Efisiensi Dan Ketertiban Tata Niaga Daerah

By Sinthya Airin 18 Nov 2025, 13:07:55 WIB Berita Terkini
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Dorong Transformasi Pasar Hewan Melalui Relokasi Tridharma Sebagai Upaya Meningkatkan Efisiensi Dan Ketertiban Tata Niaga Daerah

Pulubala, 18 November 2025 — Di tengah rutinitas hari kerja, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar rapat penting di Kecamatan Pulubala. Tepat pukul 10.30 Wita, agenda pembahasan relokasi Pasar Hewan Desa Tridharma dimulai. Para pejabat, aparat, dan pengelola pasar hadir untuk mendengarkan keputusan pemerintah tentang langkah tegas penataan lokasi jual beli hewan agar lebih tertib dan sesuai peraturan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam menata ulang lokasi perdagangan hewan. Langkah ini diambil untuk menciptakan pasar yang lebih tertib, higienis, serta sesuai ketentuan tata ruang wilayah. Relokasi ini diharapkan mampu mengatasi persoalan yang selama ini muncul, seperti kemacetan, bau tak sedap, hingga risiko penyebaran penyakit hewan.

Rapat dipimpin langsung oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Haris S. Tome, S.ST., M.T., yang hadir bersama Kabid Perindag Rahman Lahili, Kabid Perizinan Zulkifly Mohi, dan Sekcam Pulubala Ucon Arif. Hadir pula Kapolsek Pulubala, Iptu Ryan Sukma Wibawa, S.Tr.K., serta Koptu Manna yang mewakili Danramil 1315-04/Tibawa. Di sisi lain, sejumlah pejabat teknis dari Satpol PP dan Dinas Peternakan juga turut mengawal jalannya pertemuan.

Dalam arahannya, Haris Tome menegaskan bahwa relokasi ini bukan bentuk pembatasan ruang ekonomi, melainkan upaya untuk menata agar aktivitas jual beli hewan lebih terorganisir. Ia menekankan pentingnya penataan demi menciptakan lingkungan usaha yang sehat dan berkelanjutan. “Kami tidak menutup ruang bagi masyarakat untuk berjualan, justru ingin menatanya agar lebih tertib dan membawa manfaat lebih luas,” ujarnya penuh keyakinan.

Senada dengan itu, Rahman Lahili dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyampaikan bahwa pasar hewan baru akan dirancang dengan fasilitas yang lebih lengkap. Mulai dari area karantina, drainase memadai, hingga jalur keluar-masuk yang aman bagi kendaraan pengangkut ternak. “Pasar hewan tidak boleh hanya jadi tempat transaksi, tetapi juga harus memenuhi unsur kesehatan dan keselamatan lingkungan,” tegasnya.

Kabid Perizinan, Zulkifly Mohi, turut menjelaskan alasan di balik pencabutan izin pengelola pasar sementara di Desa Tridharma. Dari hasil evaluasi, lokasi lama dianggap belum memenuhi standar teknis dan administrasi. Pemerintah telah memberi waktu untuk perbaikan, namun karena belum terpenuhi, izin resmi akhirnya dicabut. “Langkah ini harus diambil agar aktivitas perdagangan kembali ke jalur yang sesuai aturan,” jelasnya.

Peran aparat keamanan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Kapolsek Pulubala, Iptu Ryan Sukma Wibawa, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh elemen agar proses relokasi berjalan damai. “Kami tidak ingin ada kesalahpahaman di lapangan. Semua pihak sudah paham bahwa tujuan kegiatan ini semata-mata untuk kebaikan bersama,” ujarnya singkat.

Dari pihak TNI, Koptu Manna yang hadir mewakili Danramil 1315-04/Tibawa menegaskan bahwa Babinsa siap membantu sosialisasi dan pengamanan. “Kami selalu mendukung program pemerintah daerah, apalagi yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat. Relokasi ini bagian dari tanggung jawab bersama,” katanya dengan nada mantap.

Kehadiran dua pengelola pasar, Umar Mootalu dan Ronny Harun, menambah warna dalam diskusi tersebut. Umar yang mengelola pasar lama menyampaikan dukungannya terhadap keputusan pemerintah, berharap fasilitas di tempat baru lebih memadai bagi pedagang dan pembeli. Sementara Ronny, pengelola pasar sementara, meminta agar proses pemindahan dilakukan secara bertahap agar pedagang tidak dirugikan. “Kami siap mendukung, asalkan semuanya berjalan transparan dan adil,” ungkap keduanya senada.

Rapat yang berlangsung lebih dari satu jam itu berjalan produktif dan penuh kesepahaman. Setiap pihak diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, sementara pemerintah menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi kebutuhan di lokasi baru, termasuk perbaikan infrastruktur dan sarana penunjang pasar.

Menjelang pukul 11.45 Wita, rapat resmi ditutup. Dalam penutupannya, Haris Tome menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas sikap dewasa dan komitmen menjaga suasana tetap kondusif. “Langkah ini adalah keputusan bersama, bukan sepihak. Kita ingin pasar hewan yang modern, tertib, dan membawa kesejahteraan bagi semua,” tutupnya dengan nada optimistis.

Setelah pertemuan usai, halaman kantor camat tampak kembali lengang. Beberapa peserta berbincang hangat sebelum meninggalkan tempat. Langit Pulubala siang itu tampak cerah, seolah menjadi pertanda baik atas kesepakatan yang baru saja dicapai.

Relokasi pasar hewan di Desa Tridharma menjadi langkah awal bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola ekonomi rakyat. Di balik kebijakan itu, tersimpan semangat membangun sistem perdagangan yang lebih adil, sehat, dan berkelanjutan. Dari ruang rapat sederhana di Pulubala, tumbuh harapan baru bahwa sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat akan melahirkan wajah ekonomi daerah yang lebih tertata dan sejahtera.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment