Program Nasional Makan Bergizi Gratis Di Telaga Wujud Sinergi Antara TNI Dan Dunia Pendidikan Dalam Membangun Anak Sehat Dan Cerdas

By Sinthya Airin 18 Nov 2025, 11:58:32 WIB Berita Terkini
Program Nasional Makan Bergizi Gratis Di Telaga Wujud Sinergi Antara TNI Dan Dunia Pendidikan Dalam Membangun Anak Sehat Dan Cerdas

Telaga Biru, 18 November 2025 — Program Makan Bergizi Gratis kembali digelar di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Sejak pagi, Serda Amar, Babinsa Koramil 1315-01/Telaga, sudah berada di lokasi untuk mendampingi proses persiapan dan pendistribusian makanan kepada siswa di berbagai sekolah. Kegiatan yang digagas pemerintah ini menjadi wujud nyata perhatian terhadap pemenuhan gizi anak bangsa.

Dapur sederhana itu menjadi titik mula gerakan besar yang kini menggema di seluruh Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah upaya membangun generasi muda yang sehat, kuat, dan cerdas. Di Telaga, kegiatan ini bukan sekadar pembagian makanan, melainkan bentuk nyata gotong royong antara pemerintah, sekolah, dan TNI. Semua bersatu dengan satu harapan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang unggul.

Pukul 08.00 Wita, iring-iringan kendaraan berangkat membawa paket makanan dari dapur MBG menuju sekolah pertama: TK Dahlia dan SD Negeri 3 Telaga. Di sana, tawa anak-anak pecah saat melihat makanan datang. Mereka menyambut dengan sorak gembira, seolah memahami bahwa pagi itu mereka sedang disapa oleh negara. Momen sederhana itu menunjukkan bahwa perhatian kecil bisa menumbuhkan semangat besar.

Tak lama kemudian, pengantaran berlanjut ke SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Telaga. Serda Amar berjalan di depan, memimpin pengawalan dengan penuh tanggung jawab. Ia menyalami para guru dan menyapa siswa satu per satu. Langkahnya pelan, tapi pasti mencerminkan peran Babinsa yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir menanamkan rasa kebersamaan dan kepedulian.

Tepat pukul 08.45 Wita, kegiatan pembagian makanan dimulai serentak. Nasi putih hangat, ayam goreng saus kecap, tempe goreng, sayur kol tumis, dan potongan buah pepaya segar tersaji dalam kotak rapi. Menu sederhana yang dirancang dengan keseimbangan gizi itu menjadi santapan yang menumbuhkan harapan. Wajah polos anak-anak terlihat berseri. Di balik senyum mereka, tersimpan pesan tentang masa depan yang ingin tumbuh dengan sehat dan penuh semangat belajar.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Telaga, Abdul Wahab Pahrun, S.Pd, menuturkan rasa syukur dan bangganya. Baginya, program ini bukan hanya tentang makanan, tetapi bentuk kasih negara kepada anak-anaknya. “Anak-anak terlihat lebih bersemangat belajar setelah kegiatan ini. Ini bukti nyata perhatian pemerintah,” ujarnya dengan nada haru.

Suara senada juga datang dari kepala sekolah lainnya. Amna Taludio, M.Pd, dari SMP Negeri 1 Telaga dan Dr. Mahjudin Husain, M.Pd, dari SMP Negeri 2 Telaga, menyebut program ini sebagai contoh sinergi nyata antara TNI dan lembaga pendidikan. Mereka yakin, ketika aparat turun langsung membantu, masyarakat semakin percaya bahwa negara hadir bukan sekadar dengan janji, tapi dengan aksi.

Sementara itu di dapur MBG, Arisanti Cheline Kukus, S.Kep., Ns, selaku Kepala Dapur, tak pernah berhenti berkeliling. Tangannya sibuk memeriksa setiap wadah makanan, memastikan semuanya higienis dan layak konsumsi. “Kami menyiapkan lebih dari tiga ribu paket hari ini. Semua dikerjakan dengan sepenuh hati karena yang kami layani adalah masa depan bangsa,” ujarnya sambil tersenyum bangga.

Sebanyak 3.043 siswa di Kecamatan Telaga menikmati hasil kerja keras itu. Dari RA Al Mourky hingga SMA Negeri 1 Telaga, setiap sekolah mendapat bagian. Angka yang besar ini menjadi bukti bahwa program nasional ini telah menjangkau ribuan anak di Kabupaten Gorontalo, membawa harapan dan gizi di waktu yang sama.

Program Makan Bergizi Gratis mungkin tampak sederhana, namun di baliknya tersimpan misi besar: melawan stunting, memperkuat pendidikan, dan menciptakan pemerataan kesejahteraan. Di Telaga, kegiatan ini menjadi simbol bahwa membangun bangsa tidak selalu harus dengan gedung megah, melainkan cukup dengan sepiring makanan bergizi yang dibagikan dengan cinta.

Menjelang pukul 10.00 Wita, kegiatan berakhir dengan suasana penuh kehangatan. Serda Amar menatap halaman sekolah yang kini dipenuhi tawa anak-anak. Ia menghela napas lega, tahu bahwa pengabdiannya hari ini bukan hanya untuk tugas, tapi untuk masa depan. “Kalau anak-anak tersenyum karena kenyang dan bahagia, itulah kemenangan bagi kita semua,” katanya singkat namun penuh makna.

Siang tampak bersih, seolah ikut tersenyum melihat kebersamaan itu. Dari tangan-tangan yang memasak hingga langkah yang mengantar makanan, semuanya berpadu dalam satu irama pengabdian. Di balik aroma nasi dan ayam goreng yang masih tersisa, tersimpan pelajaran sederhana: bangsa ini akan besar jika setiap warganya rela berbagi mulai dari sepiring gizi untuk anak-anak yang menjadi harapan Indonesia.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment