Prosesi Modepito Lepas Camat Lama dan Sambut Camat Baru Dihadiri Personel Koramil 1315-02 Limboto

By Sinthya Airin 30 Des 2025, 11:36:55 WIB Berita Terkini
Prosesi Modepito Lepas Camat Lama dan Sambut Camat Baru Dihadiri Personel Koramil 1315-02 Limboto

Gorontalo, 29 Desember 2025 – Serka Suton mewakili Danramil 1315-02/Limboto hadir dalam prosesi adat Modepito, yang menandai pelepasan Camat Lama Abd Azis Pakaya, SST., M.P.H, sekaligus menyambut Camat Baru Muhamad Rizal Botutihe, SSTP. Hadir pula para pemangku adat Kecamatan Limboto, Iptu Wisnawaty U Otaya, SH., Kapolsek Limboto, serta Lurah Kecamatan Limboto, menambah kekhidmatan acara sejak pukul 09.00 Wita.

 

Prosesi dimulai dengan tata tertib adat yang dijalankan secara rapi. Serangkaian ritual Modepito untuk melepas Camat Lama berjalan lancar, diikuti dengan Moloopu sebagai simbol penyambutan Camat Baru. Setiap langkah dan gerak rombongan mencerminkan rasa hormat terhadap tradisi. Para peserta tampak antusias, dari pemangku adat hingga aparat, saling membantu menata jalannya prosesi agar sesuai aturan adat yang berlaku.

 

Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi memiliki makna mendalam. Modepito dan Moloopu bertujuan untuk menjaga hubungan harmonis antara aparat, tokoh masyarakat, dan warga. Tradisi ini menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan, menghormati figur pimpinan lama, dan memberi sambutan hangat kepada pimpinan baru. Dengan cara ini, nilai-nilai adat tetap hidup di tengah perkembangan modern.

 

Peristiwa ini terjadi karena adanya pergantian kepemimpinan di Kecamatan Limboto. Abd Azis Pakaya, SST., M.P.H, menyelesaikan masa tugasnya, sementara Muhamad Rizal Botutihe, SSTP, resmi dilantik sebagai camat baru. Agar transisi kepemimpinan tetap berjalan harmonis dan sesuai adat, masyarakat dan aparat sepakat melaksanakan prosesi Modepito dan Moloopu, sebagai wujud penghormatan dan penghargaan terhadap tradisi setempat.

 

Sejak pagi, seluruh peserta menyiapkan rumah dinas dan rumah pribadi Camat Lama serta Camat Baru. Prosesi berjalan secara berurutan: pertama Modepito, kemudian Moloopu. Langkah demi langkah diiringi doa dan pantun adat, sementara aparat dan tokoh masyarakat memastikan keamanan dan kelancaran acara. Koordinasi yang baik membuat transisi antar rangkaian kegiatan berjalan mulus tanpa hambatan.

 

Dari kegiatan ini, semua pihak berharap hubungan harmonis antara masyarakat dan pemerintahan kecamatan semakin erat. Prosesi Modepito dan Moloopu diharapkan menumbuhkan rasa saling menghormati, memperkuat solidaritas, serta menjadikan tradisi sebagai pengikat sosial yang mampu membimbing pejabat baru dalam memimpin wilayah Limboto.

 

Kegiatan ini menunjukkan bahwa adat dan pemerintahan dapat berjalan beriringan. Modepito dan Moloopu bukan sekadar ritual, tetapi simbol penghormatan, pelestarian budaya, dan penguatan sinergi antar warga dan aparat. Keseluruhan prosesi berlangsung tertib, aman, dan penuh khidmat, menegaskan nilai-nilai kebersamaan di Kecamatan Limboto.

 

Dengan berakhirnya prosesi pukul 15.55 Wita, seluruh peserta meninggalkan lokasi dengan rasa puas dan hormat. Tradisi yang dijaga secara berkesinambungan memberikan teladan bagi generasi muda tentang pentingnya menghormati pemimpin lama dan menyambut pemimpin baru. Prosesi Modepito dan Moloopu tetap menjadi simbol budaya yang hidup dan relevan di tengah dinamika pemerintahan modern.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment