Semangat di Tanah Tonala, TNI Hadir Tak Sekadar Membangun, Tapi Menghidupkan Harapan Warga

By Sinthya Airin 29 Okt 2025, 11:41:30 WIB Berita Terkini
Semangat di Tanah Tonala, TNI Hadir Tak Sekadar Membangun, Tapi Menghidupkan Harapan Warga

Telaga Biru, 29 Oktober 2025 — Dari balik pintu mobil, Brigjen TNI Judi Paragina Firdaus, M.Sc., melangkah turun dengan senyum yang menenangkan. Dengan sapaan hangat, ia menyalami warga yang berjejer di pinggir jalan, menandai awal dari peninjauan TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo.

Kehadiran Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD kali ini bukan sekadar formalitas tahunan. Mereka datang untuk memastikan setiap tetes keringat prajurit benar-benar bermakna bagi masyarakat memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan bukan hanya berdiri, tetapi berfungsi dan dirasakan manfaatnya.

“TMMD tidak hanya membangun jalan dan jembatan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan, menyuburkan semangat gotong royong, dan memperkuat persaudaraan,” ujar Brigjen Judi dalam arahannya. Kalimatnya menggema di antara suara mesin dan langkah prajurit yang terus bekerja di lapangan.

Komitmen untuk menjaga transparansi dan efektivitas pelaksanaan TMMD menjadi alasan utama di balik peninjauan ini. Di Gorontalo, semangat itu hidup dalam wujud nyata. Warga dan TNI bahu membahu membuka jalan penghubung antar dusun sebuah mimpi lama yang kini perlahan terwujud berkat kerja sama dan ketulusan.

Kedatangan Tim Wasev disambut dengan hangat oleh masyarakat. Bagi warga Desa Tonala, kehadiran pejabat tinggi TNI adalah bentuk penghormatan dan pengakuan atas peran mereka dalam pelaksanaan TMMD. Di antara barisan warga yang tersenyum, terselip rasa bangga karena desanya menjadi saksi nyata kebersamaan TNI dan rakyat.

Sejak pagi, Brigjen Judi bersama timnya menelusuri setiap sudut lokasi pembangunan. Dari area pengerasan jalan hingga rumah yang direnovasi melalui program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), semuanya diperiksa dengan cermat. Beliau juga menyempatkan berbincang dengan warga, menanyakan perubahan yang dirasakan sejak program dimulai.

“Dulu kalau hujan, kami susah lewat karena jalan berlumpur. Sekarang alhamdulillah, bisa lancar ke kebun,” ungkap seorang petani tua sambil tersenyum lebar. Cerita sederhana itu menjadi bukti nyata bahwa TMMD bukan sekadar program, tapi wujud cinta TNI kepada rakyatnya.

Manfaat TMMD kini mulai dirasakan luas. Jalan desa yang telah dibuka mempercepat distribusi hasil tani, memudahkan anak-anak berangkat sekolah, dan membuka akses antarwilayah. Sementara kegiatan nonfisik seperti penyuluhan pertanian, sosialisasi wawasan kebangsaan, dan pelatihan kewirausahaan menjadi pondasi bagi kemandirian masyarakat ke depan.

Tak berlebihan jika TMMD disebut sebagai “proyek kemanusiaan berseragam loreng”. Di sinilah TNI dan warga menanam harapan bersama membangun tak hanya tanah, tetapi juga jiwa.

Brigjen TNI Judi Paragina Firdaus dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang. “TNI boleh kembali ke markas, tapi semangat gotong royong dan cinta tanah air harus tetap hidup di setiap hati warga,” katanya penuh makna.

Peninjauan Tim Wasev TMMD ke-126 ini memberi pelajaran bahwa pembangunan sejati tak hanya diukur dari panjang jalan yang terbuka, tapi dari seberapa besar hati yang terbuka untuk bekerja sama. Di Gorontalo, TNI dan rakyat kembali membuktikan: kebersamaan adalah kekuatan paling kokoh dalam membangun negeri.

Menjelang sore, debu jalan berhamburan ketika rombongan meninggalkan lokasi. Senyum warga mengiringi langkah para prajurit yang kembali ke kendaraan. Di balik debu itu, tertinggal satu pesan abadi — dari desa kecil di Telaga Biru, semangat kebersamaan itu terus hidup, menyalakan nyala pengabdian tanpa batas untuk Indonesia yang lebih kuat dan bersatu.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment