Semangat Kolaborasi Wujudkan Keamanan dan Keselamatan Penerbangan di Bandara Djalaluddin Gorontalo

By Sinthya Airin 19 Nov 2025, 21:35:26 WIB Berita Terkini
Semangat Kolaborasi Wujudkan Keamanan dan Keselamatan Penerbangan di Bandara Djalaluddin Gorontalo

Tibawa, 19 November 2025 — Suasana di Lapangan Fire Station Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo terasa berbeda. Dentuman sirene menggema, menandai dimulainya Latihan Penanganan Keadaan Darurat Partial Exercise Tahun 2025. Di bawah sinar matahari yang lembut, barisan personel dari berbagai instansi berdiri tegap. TNI, Polri, petugas bandara, tenaga medis, dan relawan bersatu dalam satu tujuan: melatih kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di dunia penerbangan.

Latihan dimulai pukul 09.00 Wita dengan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor UPBU Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo, Djoko Harjani, S.T., M.Si. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan penerbangan. “Koordinasi lintas instansi adalah kunci dalam menghadapi keadaan darurat. Semua harus tahu peran dan batas tanggung jawab masing-masing,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Berbagai unsur ikut hadir dalam kegiatan itu, memperlihatkan komitmen besar antar lembaga. Di antaranya Ronny Biki (Kasi Kampen Yandar Bandara Djalaluddin), M. Arif Pranata Nst (Kepala Cabang PT LPPNPI Gorontalo), dr. Husain P., M.K.M. (Balai Kekarantinaan Kesehatan Gorontalo), serta Supandi Nicholas (Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin). Hadir pula perwakilan dari PT Garuda Indonesia Cabang Gorontalo, unsur Forkopimcam Tibawa, dan personel TNI-Polri yang menjadi bagian penting dalam koordinasi lapangan.

Kehadiran lintas sektor ini memberi warna tersendiri bagi kegiatan. Tak hanya memperkuat sistem komando, tetapi juga membangun kebersamaan antar lembaga. Bahkan petugas medis dari beberapa puskesmas, seperti dr. Tantri Luawo dari Puskesmas Tibawa, turut mengambil peran aktif. Semua bergabung dalam satu irama kerja, membawa semangat kolaboratif demi keselamatan penerbangan di langit Gorontalo.

Setelah apel dan penyematan tanda peserta, latihan dilanjutkan ke tahap Table Top Exercise, simulasi situasi darurat di ruang kendali. Dalam tahap ini, peserta diuji menghadapi berbagai skenario krisis mulai dari gangguan teknis pesawat hingga bencana alam. Latihan ini menuntut kecepatan berpikir dan kemampuan komunikasi yang efisien antara semua pihak yang terlibat.

Simulasi kemudian berlanjut ke Partial Exercise, latihan langsung di lapangan yang menggambarkan situasi darurat sebenarnya. Asap buatan mengepul di landasan, tim pemadam berlari cepat membawa peralatan, sementara petugas medis menyiapkan tandu dan peralatan pertolongan. Semua bergerak dalam ritme teratur. Meski hanya latihan, keseriusan peserta mencerminkan kesiapan mereka menghadapi kondisi nyata di lapangan.

Menurut Farid Taha, Kepala Unit UPTD Damkar Kabupaten Gorontalo, latihan ini sangat penting untuk mengasah refleks dan kesigapan setiap petugas. “Dalam keadaan darurat, setiap detik berarti. Latihan seperti ini memastikan kita siap bertindak cepat dan tepat tanpa menunggu perintah panjang,” ujarnya usai simulasi berlangsung. Pernyataan itu menggambarkan betapa pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam setiap situasi kritis.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat hubungan antar instansi. Sinergi antara UPBU Djalaluddin, BMKG, BPBD, Dinas Kesehatan, dan operator penerbangan seperti Garuda Indonesia menjadi bukti nyata bahwa keselamatan penerbangan adalah tanggung jawab bersama. Setiap elemen punya peran yang saling menguatkan, membangun jaring koordinasi yang solid.

Suasana penutupan terasa hangat. Para peserta saling berjabatan tangan, menandai selesainya Latihan Penanganan Keadaan Darurat (PKD) Partial Exercise Tahun 2025 dengan hasil yang memuaskan. Meski simulasi telah usai, semangat kebersamaan dan kesiapsiagaan yang ditanamkan melalui latihan ini diyakini akan terus berlanjut di lapangan kerja nyata.

Tepat pukul 13.30 Wita, kegiatan resmi berakhir. Lapangan Fire Station kembali tenang, namun semangat peserta tetap menyala. Di balik setiap penerbangan yang aman, ada kerja keras, latihan, dan dedikasi dari banyak pihak yang tak terlihat di balik layar. Latihan PKD Partial Exercise Tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa keselamatan bukan hanya slogan, melainkan hasil dari kesiapan dan kebersamaan yang terus diasah.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment