Semangat Tak Pernah Padam, Prajurit TMMD Ke-126 Kejar Target di Desa Tonala Meski Waktu Hampir Habis

By Sinthya Airin 31 Okt 2025, 08:59:01 WIB Berita Terkini
Semangat Tak Pernah Padam, Prajurit TMMD Ke-126 Kejar Target di Desa Tonala Meski Waktu Hampir Habis

Telaga Biru, 31 Oktober 2025 — Panas terik berganti hujan, namun semangat itu tak juga padam. Di Desa Tonala, Kecamatan Telaga Biru, langkah kaki para prajurit Satgas TMMD Ke-126 Kodim 1315/Kab. Gorontalo masih teguh menapaki tanah merah yang mulai mengeras. Hari ke-23 pelaksanaan, waktu kian menipis, tetapi semangat mereka justru makin membara. “Kurang dari seminggu, semua harus selesai,” ucap salah satu personel sambil menghapus keringat yang menetes di pelipisnya.

TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pengabdian yang lahir dari hati. Para prajurit hadir bukan membawa janji, melainkan kerja nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat. Mereka membangun harapan dari pondasi sederhana jalan yang mempermudah langkah warga, jembatan kecil yang menghubungkan mimpi, serta semangat gotong royong yang menular di setiap rumah di Tonala.

Kisah ini tumbuh dari cinta yang tulus antara TNI dan rakyat. Di tengah padatnya tugas, para prajurit memilih membaur bersama warga, berbagi tawa, dan menanggung lelah yang sama. Di dapur warga mereka makan, di tanah desa mereka bekerja. Semua dilakukan bukan karena perintah semata, tetapi karena keyakinan bahwa bangsa ini kuat jika rakyatnya sejahtera.

Setiap pagi, dentuman mesin molen menjadi lagu pengiring semangat. Sebagian prajurit menyiapkan campuran semen, sementara yang lain meratakan jalan setapak. Warga pun turut serta, membawa air dan membantu tanpa diminta. Di antara tawa dan teriakan semangat, tak ada lagi batas antara seragam loreng dan pakaian rakyat. Di Tonala, mereka menyatu dalam satu kata: kerja.

“Semoga jalan ini bisa kami pakai untuk membawa hasil panen ke pasar,” tutur salah seorang warga dengan senyum penuh haru. Ucapan sederhana itu menjadi bahan bakar semangat bagi Satgas TMMD. Sebab di balik kerja keras mereka, tersimpan harapan warga untuk kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak yang tak lagi harus melewati lumpur menuju sekolah, dan petani yang bisa membawa hasil bumi tanpa hambatan.

TMMD Ke-126 di Desa Tonala bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga membangun jiwa kebersamaan. Dari peluh yang menetes lahir keikhlasan, dari kerja sama tumbuh rasa persaudaraan. Di hari-hari terakhir ini, prajurit dan warga saling menguatkan. Mereka tahu, apa yang mereka bangun hari ini akan menjadi warisan kebersamaan yang tak mudah pudar.

Menjelang sore, langit Tonala mulai berubah jingga. Di bawah cahaya senja, para prajurit masih bekerja, tangan mereka berdebu, wajahnya tersenyum lega. Kelelahan terbayar oleh rasa bangga. TMMD Ke-126 mungkin akan segera ditutup, tapi semangat yang ditanamkan di desa ini akan terus hidup. Ia menjelma menjadi cerita pengabdian tentang bagaimana cinta kepada rakyat diwujudkan bukan lewat kata, melainkan lewat kerja nyata dan ketulusan tanpa pamrih.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment