Upaya Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 05 Boliyohuto dan Basarnas Sisir Sungai Paguyaman Demi Temukan Korban Hanyut Terbawa Arus Sungai.

By Sinthya Airin 04 Jan 2026, 11:13:58 WIB Berita Terkini
Upaya Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 05 Boliyohuto dan Basarnas Sisir Sungai Paguyaman Demi Temukan Korban Hanyut Terbawa Arus Sungai.

Gorontalo, 04 Januari 2026 – Dua warga yang hanyut di Sungai Paguyaman masih dalam pencarian. Tim Basarnas bersama Babinsa Koramil 1315-05/Boliyohuto bergerak sejak pagi menelusuri sungai di wilayah Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto.

 

Sejak pukul 08.50 Wita, Praka Iskandar bersama tim Basarnas telah bersiap di tepi Sungai Paguyaman. Perahu karet dan perlengkapan penyelamatan disiapkan, sementara cuaca cerah memberi peluang bagi tim untuk bergerak lebih cepat.

 

Gerak tim pencarian terfokus pada penyisiran sepanjang Sungai Paguyaman. Mereka menelusuri area awal kejadian dan titik yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut, dengan beberapa anggota menyisir lewat jalur darat.

 

Dukungan masyarakat Desa Motoduto terus mengalir. Kepala desa dan warga memberi arahan kepada tim pencari mengenai titik terahir korban terlihat, sembari berharap kabar baik datang dari penyisiran yang tengah dilakukan.

 

Korban hilang masing-masing bernama Sumitra Isini, 27 tahun, dan Akbar Diangi, 9 tahun. Mereka warga Dusun Pendain, Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo, yang hanyut terbawa arus Sungai Paguyaman pada Sabtu sore, 03 Januari 2026.

 

Menurut petugas di lapangan, pencarian berlangsung sulit akibat arus sungai yang kuat dan air keruh. Meskipun medan berbahaya, personel gabungan tetap berupaya maksimal dengan langkah penuh kehati-hatian.

 

Pencarian tak hanya dilakukan oleh Basarnas dan Babinsa Koramil 1315-05/Boliyohuto, tetapi juga melibatkan aparat desa dan warga. Bersama relawan, mereka menyediakan logistik dan membantu akses lapangan sebagai wujud kebersamaan menghadapi musibah.

 

Menjelang sore, tim masih berada di lapangan. Penyisiran diperluas ke bagian hilir Sungai Motoduto, dan bila kondisi mendukung, pencarian akan diteruskan hingga malam hari dengan tambahan penerangan.

 

Meski waktu terus berlalu, harapan menemukan korban selamat masih menyala. Di tengah derasnya arus sungai, doa dan dukungan warga Desa Motoduto menjadi kekuatan bagi tim penyelamat yang terus bekerja tanpa lelah.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment