Home Berita Koramil 1315-04/Tibawa Kerahkan Dua Personel Bantu Tim Gabungan Tangani Kebakaran Cagar Alam Tangale

Koramil 1315-04/Tibawa Kerahkan Dua Personel Bantu Tim Gabungan Tangani Kebakaran Cagar Alam Tangale

7
0
SHARE
Koramil 1315-04/Tibawa Kerahkan Dua Personel Bantu Tim Gabungan Tangani Kebakaran Cagar Alam Tangale

Gorontalo, 16 September 2026 – Personel Koramil 1315-04/Tibawa bersama tim gabungan lanjutkan pemadaman Cagar Alam Tangale. Selanjutnya, tim bergerak menuju Desa Labanu dan Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Sementara itu, TNI, Kehutanan, dan masyarakat bersama tangani titik api.

 

Kebakaran Cagar Alam Tangale mulai muncul pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 13.00 Wita. Sementara itu, kondisi medan sulit membuat mobil pemadam tidak mampu menjangkau seluruh titik api. Karena itu, tim gunakan alat sederhana untuk tekan kobaran api.

 

Kemudian, pada Senin, 14 September 2026, api kembali menyala dan area terbakar semakin luas. Selanjutnya, TNI, Polri, tim pemadam, dan masyarakat kembali bergerak bersama. Selain itu, penanganan terus berlanjut agar api tidak meluas ke area lain.

 

Selanjutnya, pemadaman kembali berlangsung pada Selasa, 15 September 2026, mulai pukul 08.00 hingga 16.50 Wita. Namun, api belum sepenuhnya padam sehingga tim lanjutkan penanganan pada hari berikutnya. Sementara itu, pemantauan tetap berjalan untuk menjaga kondisi kawasan.

 

Pada Rabu, 16 September 2026, tim gabungan kembali menuju lokasi sejak pukul 08.00 Wita. Selanjutnya, kobaran api telah padam, tetapi kepulan asap masih muncul pada pepohonan tinggi. Sementara itu, semprotan air belum mampu menjangkau seluruh bagian tersebut.

 

Personel Koramil 1315-04/Tibawa ikut serta dengan kekuatan dua personel bersama 15 anggota Kehutanan. Selain itu, enam anggota Masyarakat Peduli Api dan dua mahasiswa turut bantu pemadaman. Dengan demikian, kerja sama lintas unsur terus berjalan untuk jaga kawasan Tangale.

 

Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui dan tim gabungan masih pantau titik asap. Selanjutnya, Jet Shuter atau tangki gendong tetap digunakan untuk tangani sisa asap. Dengan demikian, pemantauan terus berjalan agar kobaran api tidak kembali muncul.