Gorontalo, 4 Agustus 2026 – Personel Koramil 1315-01/Telaga melanjutkan rehabilitasi SMK PPN Gorontalo sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan sarana pendidikan. Selanjutnya, pekerjaan berfokus pada sejumlah titik utama agar target penyelesaian tercapai sesuai jadwal. Sementara itu, kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore di SMK PPN, Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.
Pekerjaan hari ini meliputi pemasangan tiang green house, batu bata pagar, pengecoran pondasi, serta pengecatan dinding sekolah. Selanjutnya, personel juga memasang kerangka pintu WC beserta daun pintunya agar fasilitas segera siap digunakan. Oleh karena itu, setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai pembagian tugas.
Pada saat yang sama, dukungan material terus bertambah guna menjaga kelancaran pekerjaan. Kemudian, pasir sekitar satu truk serta besi ukuran 12 dan ukuran 8 masing-masing sebanyak 20 batang tiba sebagai kebutuhan pembangunan. Karena itu, seluruh pekerjaan dapat berlanjut tanpa kendala berarti.
Sebanyak 47 tenaga kerja ikut menyelesaikan rehabilitasi SMK PPN Gorontalo. Selain itu, kolaborasi antara 42 tukang sipil dan 5 personel Kodim 1315/Kab. Gorontalo memperkuat pelaksanaan pekerjaan. Oleh sebab itu, setiap tahapan berlangsung efektif dan penuh semangat kebersamaan.
Seluruh bagian bangunan mendapat perhatian agar kualitas pekerjaan tetap terjaga. Selanjutnya, pengecatan gedung, pembangunan pagar, serta penyelesaian fasilitas sanitasi berjalan sesuai prioritas. Karena itu, hasil rehabilitasi diharapkan memenuhi standar yang telah ditentukan.
Seluruh tenaga kerja memanfaatkan waktu secara maksimal demi mempercepat penyelesaian rehabilitasi sekolah. Kemudian, pembagian tugas yang jelas membantu setiap pekerjaan selesai lebih cepat dan lebih terarah. Oleh karena itu, progres pembangunan terus mengalami peningkatan setiap hari.
Rehabilitasi SMK PPN Gorontalo menjadi wujud kepedulian TNI terhadap kemajuan dunia pendidikan. Selain itu, sinergi antara personel Koramil, tenaga kerja, dan seluruh pihak terkait terus memperkuat proses pembangunan. Pada akhirnya, fasilitas belajar yang lebih layak diharapkan segera memberi manfaat bagi siswa dan tenaga pendidik.










LEAVE A REPLY